FBI Langsung Selidiki Amplop Berisi Racun Risin yang Dikirimkan ke Gedung Putih
![]() |
| sumber: google |
Gedung Putih menerima sebuah kiriman berupa surat beracun yang diketahui berasal dari Kanada. Diketahui berasal dari Kanada, dengan cepat polisi Kanada pun langsung mencari sebuah apartemen yang berada di pinggiran Kota Montreal guna menemukan barang bukti yang memiliki kemungkinan masih ada di apartemen.
“Kami yakin total enam surat telah dikirim, satu ke Gedung Putih dan lima ke Texas. Kami tidak dapat memastikan bahwa dia tinggal di (apartemen), tetapi itu terhubung dengannya," ujar petugas Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Charles Poirier.
Tertangkap di perbatasan AS-Kanada yang berada didekat Buffalo, New York pada hari Minggu (20/9/2020) diketahui pelaku yang mengirim surat beracun ke Gedung Putih berjenis kelamin perempuan.
Informasi lebih lanjut mengenai pelaku diketahui tersangka memiliki dua kewarganegaraan yakni Kanada dan Prancis. Surat beracun yang dikirimnya ke Gedung Putih diketahui berisi racun risin. Tidak hanya ke Gedung Putih, perempuan ini juga mengirimi surat beracun ke Texas.
Tim khusus ahli kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak RCMP memimpin operasi penyelidikan. Seorang sumber penegak hukum AS mengatakan kepada Reuters bahwa FBI sedang menyelidiki beberapa surat yang dicurigai dikirim ke fasilitas penegakan hukum dan penahanan di Texas Selatan. Sejauh ini belum ditemukan kaitan antara pengiriman surat beracun itu dengan kelompok politik tertentu atau teroris.
Juru bicara departemen kepolisian di Mission, Texas, Art Flores mengatakan kepolisian menerima surat yang mencurigakan dalam sepekan terakhir. Departemen polisi tidak membuka amplop itu dan langsung menyerahkannya kepada FBI.
Risin biasanya ditemukan di dalam biji jarak dan merupakan racun yang sangat mematikan. Risin dapat menyebabkan kematian dalam waktu 36 hingga 72 jam dengan paparan dalam jumlah sangat kecil. Sejauh ini tidak ada penawar untuk racun tersebut.
Sumber: Ayobandung.com

Comments
Post a Comment